Tuesday, October 30, 2018

,

The Hate U Give (Benci yang Kautanam) - Angie Thomas


Judul: The Hate U Give (Benci yang Kautanam)
Penulis: Angie Thomas
Penerjemah: Barokah Ruziati
Penyunting: Mery Riansyah
Perancang samul: IG @sukutangan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama




Blurb:
Starr Carter, gadis kulit hitam berusia enam belas tahun, hidup di antara dua dunia berbeda. Lingkungan kumuh tempatnya lahir lalu tumbuh besar, dan SMA bergengsi di pinggiran kota tempatnya bersekolah. 


Keseimbangan dua dunia yang mati-matian ia jaga itu hancur berantakan ketika Starr menjadi satu-satunya saksi dari tragedi penembakan sahabatnya, Khalil, oleh seorang polisi. Padahal saat itu Khalil tidak bersenjata.


Satu-satunya yang bisa menjawab adalah Starr. Yang akan ia katakan, bukan hanya bisa menghancurkan lingkungannya. Kemungkinan besar, itu bisa membuatnya terbunuh.



The Hate U Give bercerita tentang Starr, cewek berkulit hitam yang tinggal di Garden Heights, salah satu wilayah yang terkenal karena geng-geng, peredaran narkobanya, dan ya, pokoknya kriminalitas. Bahkan Starr sendiri merujuk ke Garden Heights sebagai wilayah yang kumuh.

Karena orangtuanya enggak pengin Starr masuk ke pergaulan enggak baik di Garden Heights, mereka nyekolahin Starr di Williamson, sekolah kulit putih yang ada di pinggir kota. Di sana Starr menyesuaikan diri dan 'membagi dirnya'. Jadi ada sisi-sisi dirinya yang enggak dia tunjukin di Williamson dan sebaliknya.

Nah, suatu hari, waktu lagi datang ke suatu pesta di Garden Heights, Starr ketemu temen lamanya, Khalil. Dan karena kemudian ada kerusuhan di pesta itu, Starr pergi sama Khalil. Di tengah jalan, seperti yang ada di-blurb-nya, Khalil ditembak sama polisi.

Berita ini langsung jadi heboh, ada yang protes pengin polisi itu diadili, ada yang nyalahin Khalil. Starr yang pengin bersaksi juga awalnya takut ngomong karena dia enggak yakin bakal aman. Dan, belom lagi, dia harus jaga reputasi di Williamson. Tapi, Khalil teman masa kecilnya, dan Starr pengin Khalil dapat keadilan.

Sewaktu kami pergi, aku ingat Khalil dulu selalu berlari ke mobil saat aku mau pulang, matahari menyinari garis-garis berminyak yang memisahkan kepangan rambut cornrow-nya. Kilau di mata Khalil juga sama cermerlangnya. Dia akan mengetuk kaca jendela, aku menurunkannya, dan dia akan berkata dengan cengiran berhias gigi tak rata, "Sampai jumpa, buaya."


Dulu aku akan cekikikan di balik gigi tak rataku sendiri. Sekarang aku berurai air mata. Perpisahan terasa paling menyakitkan jika orang satunya sudah tidak ada. Aku membayangkan Khalil berdiri di depan jendelaku, dan aku tersenyum. "Sampai ketemu lagi, kelinci." 

Jadi... apa yang bakal Starr lakuin? Apakah dia bakal membuka suara dan membela Khalil? Apakah Khalil akan mendapatkan keadilan?


Silakan baca sendiri! :D

Awalnya saya cuma iseng ngambil buku ini. Saya tahu ini bakal bagus dan udah ada filmnya (walaupun kayaknya gak tayang di Indonesia) tapi saya enggak nyangka bakal suka banget sama bukunya! 

Okee, mungkin review ini enggak bakal terlalu panjang. Saya cuma bakal nulis apa aja yang saya suka dari buku ini.

Saya suka sama tema yang diambil, tema yang sensitif tapi nyata, tentang rasisme dan prasangka buruk terhadap orang kulit hitam (atau ras lain in general). Banyak subplot yang mendukung plot utama. Kayak, selain konflik antara kulit hitam dan polisi kulit putih, ada juga konflik-konflik di dalam komunitas kulit hitam itu sendiri yang menambah pengetahuan dan awareness pembacanya.

Saya juga suka sama karakter-karakternya. Momma, Daddy, Starr, Seven, Sekani, Paman Carlos, Maya, Chris, Kenya, bahkan Nana! (Entah berapa kali berkaca-kaca setiap ada adegan Starr-Momma-Daddy-ya pokoknya keluarganya Starr wkwk).

Kisah remaja Starr juga menyenangkan. Konflik dia dan sahabat-sahabatnya--Maya dan Hailey--terasa nyata dan realistis. Gimana Starr menghadapi Hailey yang beberapa kali menyinggung ras dia, dan gimana Starr mengakhiri masalah sama Hailey.

Dan oh, ada Aliansi Minoritas Starr-Maya!




Cerita Starr-Chris juga saya suka! Masalah ras juga dibahas di hubungan Starr sama pacarnya ini, gimana Daddy-nya Starr awalnya enggak setuju Starr pacaran sama cowok kulit putih, dll. 

Saya juga bisa ikut mengerti waktu Starr bilang Chris adalah kehidupan normalnya dan wajar aja--walaupun enggak tentu benar--kalau Starr pengin kehidupan normal itu enggak berubah waktu segala hal lain di hidupnya kacau.

Aku suka cara dia menatapku saat ini, seolah aku salah satu hal terbaik dalam hidupnya. Dia juga salah satu hal terbaik dalam hidupku.


Saya juga suka sama akhir dari ceritanya yang realistis. 


"Khalil, aku takkan pernah melupakan.

Aku takkan pernah menyerah.

Aku takkan pernah diam.

Aku janji."

Alur ceritanya juga cepat dan mengalir, jadi saya cepat bacanya. Bahasa terjemahannya pun nyaman dibaca dan rapi. Dan oh, cover-nya juga bagus bangeeet!! 

Overall, pokoknya saya suka! :D

Ini ada beberapa kutipan dari The Hate U Give.


"Pac berkata Thug Life kependekan dari The Hate U Give Little Infants Fucks Everybody. Artinya, apa yang diberikan masyarakat kepada kita sebagai generasi muda, bakal berbalik menghajar mereka saat kita jadi kacau."

--

"Narkoba berasal dari suatu tempat, dan menghancurkan komunitas kita," ucapnya. "Kita kenal orang-orang seperti Brenda, yang berpikir mereka butuh narkoba untuk bertahan hidup, lalu ada orang-orang seperti Khalil, yang berpikir mereka butuh menjual narkoba untuk bertahan hidup. Para Brenda tidak bisa mendapat pekerjaan kecuali sudah bersih, sedangkan mereka tidak mampu membayar rehabilitasi kecuali mendapat pekerjaan. Saat para Khalil ditangkap karena menjual narkoba, pilihan bagi mereka adalah menghabiskan sebagian besar waktu di penjara, satu lagi industri miliaran dolar, atau mereka kesulitan mendapat pekerjaan sungguhan dan barangkali mulai menjual narkoba lagi. Itulah kebencian yang mereka berikan kepada kita, Sayang, sistem yang dirancang untuk merugikan kita. Itulah Thug Life."

--


"Itu sebabnya orang-orang bicara, kan? Karena keadaan tidak akan berubah kalau kita tidak mengatakan apa-apa."

--


"Apa gunanya punya suara kalau kita hanya diam setiap kali kita seharusnya tidak diam." 

--


"Berani bukan berarti kau tidak takut, Starr," ujarnya. "Tapi tetap mau melanjutkan walaupun kau takut. Dan itulah yang kaulakukan."

--


"Kadang-kadang kita melakukan semuanya dengan benar tapi tetap saja ada masalah. Kuncinya adalah jangan pernah berhenti berbuat benar."





Terakhir, saya kasih 5 dari 5 bintang untuk Taco Bell!




p.s saya pengin banget nonton filmnyaa! 

1 comment:

  1. Emang bagus banget bukunya. Aku udah baca dan nonton seperempat filmnya karena keburu pengen nonton Aladdin ��. Aku terpaksa nonton filmnya secara ilegal, ku pikir di Google Play Film bakal ada, ternyata sampai sekarang nggak nongol.

    ReplyDelete